-->

Hukum Jual Beli Aset Digital di Indonesia

Hukum Jual Beli Aset Digital di Indonesia - Kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana hukum jual beli aset digital di Indonesia. Bagaimana hukumnya? Keberadaan mata uang virtual, seperti halnya bitcoin cs di Indonesia memang sudah mendapat lampu hijau dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas (Bappebti). Akan tetapi, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap melarang penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran di Tanah Air. Duit digital ini juga bukan merupakan produk industri keuangan.

Mata Uang Digital Sah Diperdagangkan


Kalau sebelumnya investasi maupun transaksi jual beli mata uang digital di Indonesia masih dilakukan ‘ngumpet-ngumpet,’ sekarang enggak perlu lagi. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Bappebti memberi kepastian hukum mengenai nasib bitcoin cs di Tanah Air lewat empat peraturan.


Dengan kata lain, saat ini Anda dapat memperdagangkan bitcoin cs dan emas digital secara resmi di Indonesia. Tapi transaksi jual beli tersebut harus dilakukan di bursa berjangka Indonesia. Buat yang belum tahu, bursa berjangka adalah tempat jual beli kontrak berjangka komoditi yang harga dan penyerahannya telah disepakati. Jadi, bitcoin dan mata uang digital lain resmi dikategorikan Bappebti sebagai komoditas. Sama tuh kayak komoditas lain yang diperdagangkan di bursa berjangka, seperti karet, kopi, tekstil, dan lainnya.

Adapun empat peraturan Bappebti yang melegalkan perdagangan komoditas digital aset kripto dan emas digital, antara lain:
“Peraturan-peraturan ini akan menjadi landasan hukum perdagangan aset kripto sebagai salah satu komoditas yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka, dan/atau kontrak derivatif lainnya yang diperdagangkan di bursa berjangka. Selain itu, juga untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri perdagangan fisik emas digital melalui bursa berjangka," jelas Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana dalam keterangan resminya.

Penerbitan empat aturan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto dan Permendag No. 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Peraturan itu dibuat untuk memberi ruang pengembangan usaha inovasi komoditas digital, kepastian berusaha di sektor digital, serta memberi kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat, termasuk dana nasabah atau pengguna aset kripto maupun emas digital. Paling penting, aturan itu juga memuat tentang ketentuan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU/PTT).

Waspadai Penipuan Investasi Bodong


Investasi ilegal hingga saat ini masih marak di Tanah Air, termasuk investasi perdagangan berjangka komoditas, seperti investasi forex, emas online, dan masih banyak lainnya. Investasi bodong ini menjanjikan untung besar, pendapatan tetap guna menarik calon nasabah. Begitu masuk perangkap, investasi tak jelas, uang pun melayang.

Hati-hati, investasi bodong merajalela di media sosial (Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya), kanal Youtube, dan media lain. Modusnya banyak, tapi yang paling sering terjadi, antara lain menawarkan kontrak berjangka (forex, index, komoditi, dan mata uang kripto) dengan margin rendah, menggunakan nama pialang berjangka legal.

Selain itu, menawarkan bagi hasil, janji memberi pendapatan tetap tinggi, menjadi introducing broker (IB) dari pialang luar negeri dengan mencantumkan legalitas dari regulator dunia tanpa izin usaha dari Bappebti, serta menyelenggarakan seminar, edukasi, dan pelatihan di bidang perdagangan berjangka.

Dalam aturannya, syarat menjalankan kegiatan usaha sebagai pialang berjangka adalah dengan menjadi anggota bursa berjangka yang berbentuk perseroan terbatas (PT) dan memperoleh izin usaha dari Bappebti. Jika melanggar, ancamannya pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp10 miliar dan paling banyak Rp20 miliar.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel